Hari-hari seperti ini datang lagi, saat gemuruh menderu jantungku, saat pikiranku kalut dan hatiku ciut, sepi menjalari tiap tulang, mataku terpejam dan kemudian terbuka, aku tak dapat terlelap, tak dapat pula untuk tetap terjaga,
aku rindu Kekasihku…
Maaf, maaf… Untuk kesekian kalinya aku terbenam dalam tugas dan kuliah yg padat, dan
karena itu aku belum sempat menjawab pesan Kekasihku, belum dapat menemui Kekasihku, kini aku rindu dan aku kalut…
Percayalah, tugas-tugas yang membuatku menutup mata ga teratur setiap harinya, tak dapat merenggut waktuku lebih lama lagi. Karena sehebat apapun nilaiku nanti, tak pernah sehebat kisahku dengan Kekasihku.
Aku rindu… Penaku menari dan memercikkan tinta tentang cinta, suaraku mengalun dan membisikkan nama Kekasihku.
Aku tersenyum mengingat masa-masa indah, masa-masa paling luar biasa dalam hidupku. Saat kisah kasih goyah, Kekasihku selalu meyakinkanku bahwa akulah yang tercinta, dan semua akan baik-baik saja.
Betapa lembutnya Kekasihku, betapa herannya aku.
Kekasihku membuatku istimewa, membuatku menjadi wanita seutuhnya, karena aku memiliki seluruh cinta Kekasihku.
Bagiku, tiada yang lain, menempati posisi nomor satu dalam hatiku, satu-satunya tempat dalam pikiranku, pertama dan terakhir dalam hidupku, hanya Kekasihku, yang tercinta, yang antara aku dan Kekasihku saling memiliki, kisah cinta termegah. Rinduku sepenuh mati, bukan separuhnya lagi.
Sungguh aku tidak perduli, apakah tugas dan kuliah yang membuatku tidur tak teratur setiap harinya, akan memberikan nilai bagus atau tidak.
Aku benar-benar tidak mau tahu. Hal itu terasa sangat tidak berguna, saat waktuku tak lagi kunikmati bersama Kekasihku. Rinduku mengiris sendi, tidak hanya tergores lagi. Aku sangat rindu pada-Mu, Yesusku.
Tuesday, August 31, 2010
* sebuah doa yg diinterupsi..:)) *
me : Bapa di surga …
Bapa: Ya?
me : Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
Bapa: Tapi kamu memanggil-Ku.
me : Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
Bapa di surga….
Bapa: Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.
me : Melakukan apa?
Bapa: Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?
me : Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
Bapa: Oh, baiklah. Teruskan.
me : Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..
Bapa: Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?
me : Apa?
Bapa: Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?
me : Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa?
Begitulah mereka mengajarku berdoa.
Bapa: Oh, baiklah. Teruskan…
me : Teruskan?
Bapa: Ya, teruskan doamu.
me : Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …
Bapa: Apakah kamu bersungguh-sungguh?
me : Ya, tentu saja.
Bapa: Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?
me : Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
Bapa: Apakah Aku berkuasa atasmu?
me : Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…
Bapa: Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?
me : Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
Bapa: Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.
me : Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.
Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
Bapa:Maksudmu orang-orang seperti Dion?
me : Dion?
Bapa: Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.
me : Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
Bapa: Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?
me : Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…
Bapa: Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.
me : Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
Bapa: Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap ibadah.
me : Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
Bapa: Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...
me : Aku tidak mau.
Bapa: Kenapa tidak mau?
me : Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
Bapa: Ayo, coba dan lihatlah.
me : Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
Bapa: Bagaimana dengan Billy?
me : Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
Bapa: Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?
me : Aku tidak bersungguh-sungguh.
Bapa: Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?
me : Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
Bapa: Kamu mau tahu suatu rahasia?
me : Rahasia apa?
Bapa: Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.
me : Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
Bapa: Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.
me : Sungguh, apa pun yang terjadi?
Bapa: Sungguh, apa pun yang terjadi.
Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.
me : Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
Bapa: Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.
me : Apa maksud-Mu, Tuhan?
Bapa: Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.
me : Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
Bapa: Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?
me : Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!
Bapa: Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?
me : Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
Bapa: Baik, lanjutkan doamu.
me : Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
Bapa: Ya, setiap kata; setiap saat.
me : Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
Bapa: Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?
me : Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.
Bapa: Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.
me : Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
Bapa: Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.
Selamat malam. Aku mengasihimu.
me : Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.
Bapa: Ya?
me : Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
Bapa: Tapi kamu memanggil-Ku.
me : Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
Bapa di surga….
Bapa: Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.
me : Melakukan apa?
Bapa: Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?
me : Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
Bapa: Oh, baiklah. Teruskan.
me : Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..
Bapa: Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?
me : Apa?
Bapa: Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?
me : Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa?
Begitulah mereka mengajarku berdoa.
Bapa: Oh, baiklah. Teruskan…
me : Teruskan?
Bapa: Ya, teruskan doamu.
me : Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …
Bapa: Apakah kamu bersungguh-sungguh?
me : Ya, tentu saja.
Bapa: Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?
me : Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
Bapa: Apakah Aku berkuasa atasmu?
me : Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…
Bapa: Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?
me : Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
Bapa: Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.
me : Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.
Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
Bapa:Maksudmu orang-orang seperti Dion?
me : Dion?
Bapa: Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.
me : Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
Bapa: Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?
me : Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…
Bapa: Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.
me : Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
Bapa: Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap ibadah.
me : Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
Bapa: Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...
me : Aku tidak mau.
Bapa: Kenapa tidak mau?
me : Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
Bapa: Ayo, coba dan lihatlah.
me : Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
Bapa: Bagaimana dengan Billy?
me : Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
Bapa: Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?
me : Aku tidak bersungguh-sungguh.
Bapa: Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?
me : Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
Bapa: Kamu mau tahu suatu rahasia?
me : Rahasia apa?
Bapa: Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.
me : Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
Bapa: Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.
me : Sungguh, apa pun yang terjadi?
Bapa: Sungguh, apa pun yang terjadi.
Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.
me : Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
Bapa: Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.
me : Apa maksud-Mu, Tuhan?
Bapa: Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.
me : Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
Bapa: Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?
me : Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!
Bapa: Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?
me : Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
Bapa: Baik, lanjutkan doamu.
me : Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
Bapa: Ya, setiap kata; setiap saat.
me : Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
Bapa: Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?
me : Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.
Bapa: Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.
me : Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
Bapa: Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.
Selamat malam. Aku mengasihimu.
me : Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.
Saturday, August 7, 2010
aLL about *shine girls
ini @ sbuah crita ketika sbuah persahabatan dimulai...
THE SHINE GIRLS... sebuah simbol persahabatan yang slalu ingin memberi cahaya dibanyak tempat & menjadi terang buat banyak orang..:))
aq g inget pasti kapan persahabatan ku bersama ke_4 temanq yang lain dimulai..
yah kami... aq, tassya, chey, bebby dan novi..
awalnya, kami hanyalah bagian dari siswa baru di SMA negri 3 Ambon..
kami tak saling kenal, kecuali aku dan novi.. aku sm novi emg sering bareng sejak SMP..
yah sebenarnya waktu SMP, qta 1 skolah sama tassya juga.. tp g begitu deket..
sedangkan chey sm bebby juga dari 1 SMP yg sama..
semester pertama d SMA, aq, tassya, novi & bebby ada di kelas I1..
sedangkan chey kelas I4.. plg sekolah qta sering bareng.. suka kumpul2, gosiipp.. (biasa... wanita..:) )
smpe akhirnya, pas lagi maen k rumah novi, muncul sebuah ide..
" gmn kalo qta kasih nama buat identitas prsahabatan qta ini?? ", kata chey..
"hhmmm, boleh tuh..", sambung novi...
"OK mari qta otak atik nama qta ber_lima biar jd 1 nama..!!", kata ku menambahkan...
singkat cerita, tercetuslah..
THE
S : taSsya
H : sHerly
I : novI
N : aNgel
E : bEbby
GIRLS
YUPS..!!! THE SHINE GIRLS... sebuah simbol persahabatan yang slalu ingin memberi cahaya dibanyak tempat & menjadi terang buat banyak orang..:))
kalo d terjemahkan, lebaii si artinya...
bodoh amat... org ketemunya cuma itu.. :p
ahahahaha:D
seiring jalannya waktu, qta makin akrab sejak kelas 2 SMA..:))
kemana2 slalu bareng.. dan slalu punya jadwal kumpul bareng..
namun, ada 1 hal yang harus qta hadapi..
trnyata banyak yg g suka sm qta...
ada bbrp faktor:
1. tassya adalah anak guru bhasa Jerman d skolah qta... kalo anak guru kan pasti rada disenengin.. smart juga sih anaknya..
2. bukan sombong, tp qta emg slalu punya prestasi d skolah.. mulai dari kepengurusan OSIS ampe jadi perwakilan skolah buat ikut OLIMPIADE sains..
whatever, qta bangga skaligus bahagia jd SHINE GIRLS... meskipun banyak yg merasa risih sm qta,. qta pernah saling berbagi... suka dan duka yg kita alami bareng2, membuat qta lebih menghargai arti sebuah persahabatan...
qta masing2 juga punya masalah keluarga.. & ga nyangka, saat kumpul bareng itulah, setiap kepenatan hati bs terhempaskan...
bersyukur sama Tuhan, mpe detik ini... ikatan itu masih qta jaga...
qta masih bersahabat..
meskipun terpisah akibat jalan hidup yg berbeda2,qta masih punya shine d hati..:)) dan berharap, kan terus ada FOREVER..:))
& ini lirik lagu yang aq suka banget nyanyiin kalo lagi inget sama SHINE..:))
Keep smilin', keep shinin'.. Knowin' you can always count on me, for sure..
That's what friends are for.. For good times and bad times..
I'll be on your side forever more.. That's what friends are for
hhmmm, ngomong soal SHINE GIRLS, qta ternyata punya banyak kisah menarik..
qta pernah ada dlm situasi yang kata orang, "teman makan teman..:))" kaget??
qta pernah alami koq.. :))
YUPssss...!!! SHINE GIRLS pernah mrasakan saat2 ketika CINTA menghancurkan PERSAHABATAN, melunturkan KEPERCAYAAN, menanamkan benih PENGHIANATAN dan menuai rasa KEBENCIAN dilubuk hati yg paling dalam namun tak terungkapkan..
sebuah kisah, yg tak pernah ingin qta ungkit lagi demi awetnya sebuah persahabatan...:))
tp disini, smua akan kutulis.. sebentar lagi, akan ada bbrapa hal yang akan kulupakan.. namun ku tahu, semua ttg shine harus d abadikan...
pengen tau..???
nantikan dlm lanjutan tulisan ku yang berikutnya..:))
COMING SOON..:))
THE SHINE GIRLS... sebuah simbol persahabatan yang slalu ingin memberi cahaya dibanyak tempat & menjadi terang buat banyak orang..:))
aq g inget pasti kapan persahabatan ku bersama ke_4 temanq yang lain dimulai..
yah kami... aq, tassya, chey, bebby dan novi..
awalnya, kami hanyalah bagian dari siswa baru di SMA negri 3 Ambon..
kami tak saling kenal, kecuali aku dan novi.. aku sm novi emg sering bareng sejak SMP..
yah sebenarnya waktu SMP, qta 1 skolah sama tassya juga.. tp g begitu deket..
sedangkan chey sm bebby juga dari 1 SMP yg sama..
semester pertama d SMA, aq, tassya, novi & bebby ada di kelas I1..
sedangkan chey kelas I4.. plg sekolah qta sering bareng.. suka kumpul2, gosiipp.. (biasa... wanita..:) )
smpe akhirnya, pas lagi maen k rumah novi, muncul sebuah ide..
" gmn kalo qta kasih nama buat identitas prsahabatan qta ini?? ", kata chey..
"hhmmm, boleh tuh..", sambung novi...
"OK mari qta otak atik nama qta ber_lima biar jd 1 nama..!!", kata ku menambahkan...
singkat cerita, tercetuslah..
THE
S : taSsya
H : sHerly
I : novI
N : aNgel
E : bEbby
GIRLS
YUPS..!!! THE SHINE GIRLS... sebuah simbol persahabatan yang slalu ingin memberi cahaya dibanyak tempat & menjadi terang buat banyak orang..:))
kalo d terjemahkan, lebaii si artinya...
bodoh amat... org ketemunya cuma itu.. :p
ahahahaha:D
seiring jalannya waktu, qta makin akrab sejak kelas 2 SMA..:))
kemana2 slalu bareng.. dan slalu punya jadwal kumpul bareng..
namun, ada 1 hal yang harus qta hadapi..
trnyata banyak yg g suka sm qta...
ada bbrp faktor:
1. tassya adalah anak guru bhasa Jerman d skolah qta... kalo anak guru kan pasti rada disenengin.. smart juga sih anaknya..
2. bukan sombong, tp qta emg slalu punya prestasi d skolah.. mulai dari kepengurusan OSIS ampe jadi perwakilan skolah buat ikut OLIMPIADE sains..
whatever, qta bangga skaligus bahagia jd SHINE GIRLS... meskipun banyak yg merasa risih sm qta,. qta pernah saling berbagi... suka dan duka yg kita alami bareng2, membuat qta lebih menghargai arti sebuah persahabatan...
qta masing2 juga punya masalah keluarga.. & ga nyangka, saat kumpul bareng itulah, setiap kepenatan hati bs terhempaskan...
bersyukur sama Tuhan, mpe detik ini... ikatan itu masih qta jaga...
qta masih bersahabat..
meskipun terpisah akibat jalan hidup yg berbeda2,qta masih punya shine d hati..:)) dan berharap, kan terus ada FOREVER..:))
& ini lirik lagu yang aq suka banget nyanyiin kalo lagi inget sama SHINE..:))
Keep smilin', keep shinin'.. Knowin' you can always count on me, for sure..
That's what friends are for.. For good times and bad times..
I'll be on your side forever more.. That's what friends are for
hhmmm, ngomong soal SHINE GIRLS, qta ternyata punya banyak kisah menarik..
qta pernah ada dlm situasi yang kata orang, "teman makan teman..:))" kaget??
qta pernah alami koq.. :))
YUPssss...!!! SHINE GIRLS pernah mrasakan saat2 ketika CINTA menghancurkan PERSAHABATAN, melunturkan KEPERCAYAAN, menanamkan benih PENGHIANATAN dan menuai rasa KEBENCIAN dilubuk hati yg paling dalam namun tak terungkapkan..
sebuah kisah, yg tak pernah ingin qta ungkit lagi demi awetnya sebuah persahabatan...:))
tp disini, smua akan kutulis.. sebentar lagi, akan ada bbrapa hal yang akan kulupakan.. namun ku tahu, semua ttg shine harus d abadikan...
pengen tau..???
nantikan dlm lanjutan tulisan ku yang berikutnya..:))
COMING SOON..:))
Wednesday, July 28, 2010
* dediCated to eVery father in this worLd.. :)) *
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap Hari,
Tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja Dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu Dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda Bantu di epedamu Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, Dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA!
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, Kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan Dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, Dan Papa bersikap tegas Dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, Dan masuk ke kamar sambil membanting pintu Dan yang datang mengetok pintu Dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya Dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, Dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, Dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras Dan Papa memarahimu.
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah Lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – Mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi toh Papa tetap tersenyum Dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, Dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama Dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air Mata di sudut matanya, Dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu kuat. Kuat untuk pergi Dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester Dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, Dan Papa tahu IA tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak, tidak bisa!”. Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri Dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga Dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, Dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah Dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin karena Papa tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di Hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, Dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya.
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu, dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.
I LUV U PAPA…
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap Hari,
Tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja Dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu Dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda Bantu di epedamu Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, Dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA!
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, Kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan Dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, Dan Papa bersikap tegas Dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, Dan masuk ke kamar sambil membanting pintu Dan yang datang mengetok pintu Dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya Dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, Dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, Dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras Dan Papa memarahimu.
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah Lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – Mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi toh Papa tetap tersenyum Dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, Dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama Dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air Mata di sudut matanya, Dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu kuat. Kuat untuk pergi Dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester Dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, Dan Papa tahu IA tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak, tidak bisa!”. Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri Dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga Dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, Dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah Dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin karena Papa tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di Hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, Dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya.
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu, dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.
I LUV U PAPA…
* sesakit itukah mempertahankan komitmen??? *
Seorang kapten kapal yang gagah perkasa, dgn menunjukan ketegasannya dan kepemimpinannya berdiri di dek kapal besarnya. Dengan suara lantang dia mengkomando para anak buahnya untuk terus berlayar.
“Jalannya stabil !” serunya dengan suara lantang
“Ya tuan!” sahut si Jurumudi dengan siaga.
Tak berapa lama kemudian, datang seorang anak buah dengan panik dan dari raut muka menandakan ketakutan yang amat sangat.
“Kapten !” Serunya dengan suara gemetar
“Kap…ten!”
“Di depan ada Siren !!!!” Teriaknya.
Sang pemimpin langsung menoleh, dan terlihat seluruh awak kapal sangat cemas dan ketakutan. Siren yang melegenda kini ada di depan mereka. Siren, putri duyung yang dapat melantunkan lagu yang sangat indah dengan suara yang sangat merdu, tapi dapat membuat kapal menuju ke bebatuan yang terjal.
Dengan kecemasan dan ketakutan yang melanda seluruh kapal itu, sang kapten bertindak dengan mengeluarkan suatu perintah. Dia menyuruh seluruh awak kapal menyumbat telinga mereka dengan lilin, sedangkan para awak harus mengikat dirinya pada tiang kapal dengan tali sekuat dan sekencang mungkin, dan tidak ada yang boleh melepaskanya. Agaknya sang kapten takut bercampur penasaran ingin mendengar sang siren bernyanyi.
Kapal semakin mendekat dengan Siren-Siren itu, karena para awak telah menutup telinga mereka dengan lilin, maka mereka tidak sama sekali mendengar nyanyian itu, tetapi sang kapten yang dirinya diikat pada tiang kapal dan yang tidak sama sekali menyumbat telingannya sangat jelas mendengar nyanyian itu dan sangat menderita. Karena dia sangat ingin pergi ke tempat siren itu, yang dengan kata lain harus membahayakan dirinya dan kapalnya. Sang kapten sangat terpengaruh dengar nyanyian itu.
Dia meronta-ronta minta dilepaskan, tapi tak ada satupun awak yang menggubrisnya, karena memang telah diperintahkan. Dia sangat menderita menahan gejolaknya karena mendengar nyanyian itu, dan karena teriakat pada tiang. Semakin ia meronta semakin dirinya tersakiti karena tali yang cukup kencang. Dia sangat tahu klo dia mendatangi siren itu, sudah pasti nyawanya melayang, tapi dia sangat tergoda untuk mendekat. Sungguh suatu siksaan yang amat sangat.
Lalu selamatlah kapal itu, karena telah menjauh dari sang siren, dan setelah nyanyian siren tak terdengar lagi, para awak membuka sumbatan telinga mereka, dan mendapati sang kapten dengan muka yang merah padam seperti menahan sesuatu, dengan tubuh yang tergores tali. Setelah tali dilepaskan sang kapten lemas dan langsung jatuh tersungkur.
“Hanya seutas tali dan tiang kapal ini yang menyelamatkanku dari maut”
……
Pernah dengar cerita di atas? karya Homer yang berjudul “Odyssey”. Cerita di atas hampir sama dengan kehidupan kita. Saat kita berusaha bertahan dari godaan-godaan dan cobaan di depan mata kita. Saat kita tahu bahwa godaan itu berujung maut, tetapi kita tetap ingin menikmatinya. Hanya seutas “tali” dan “tiang” yang menyelamatkan kita. Sungguh perjuangan yang sangat melelahkan dan menyakitkan.
Berapa banyak dari kita yang sedang berusaha bertahan dari godaan/cobaan bahkan dari kebiasaan buruk kita. Kita berusaha semampu kita bertahan dengan mengikatkan diri kita pada sebuah “tiang”, tetapi kita tetap menikmati apa yang ada di hadapan kita. Kita tetap menikmati dan “mendengar” semua godaan, cobaan dan kebiasaan buruk kita. Pada akhirnya kita berusaha meronta sekuat tenaga untuk bisa lepas dari tali pengaman yang kini tlah menjadi tali penghalang bagi kita.
Apakah sesulit itukah yang namanya bertahan,
Apakah sesakit itukah yang namanya setia,
Dan apakah kita tidak akan pernah bisa lepas dari dosa, kebiasaan bahkan cobaan yang mengikat hidup kita.
Pornografi, masturbasi, minuman keras, gaya pacaran nggak kudus, hidup dalam kebohongan, gossip, amarah, bahkan mencontek, apapun itu, apapun belenggu dan ikatan yang telah mengikat kita selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Bisakah kita bebas lepas dari semua itu ?
Jawabannya BISA, dan sangat mungkin. Rahasiannya adalah jangan fokus kepada dosanya, tapi fokuslah kepada Tuhan yang akan membebaskan kita dari hal itu. Dan butuh lebih dari sekadar “tiang” dan “tali” untuk kita bisa bebas telepas. Hal ini yang aku namakan komitmen dan perjuangan, sampai kapan ?? sampai kapanpun !!!
Sesakit itukah perjuangan dan komitmen???
“Jalannya stabil !” serunya dengan suara lantang
“Ya tuan!” sahut si Jurumudi dengan siaga.
Tak berapa lama kemudian, datang seorang anak buah dengan panik dan dari raut muka menandakan ketakutan yang amat sangat.
“Kapten !” Serunya dengan suara gemetar
“Kap…ten!”
“Di depan ada Siren !!!!” Teriaknya.
Sang pemimpin langsung menoleh, dan terlihat seluruh awak kapal sangat cemas dan ketakutan. Siren yang melegenda kini ada di depan mereka. Siren, putri duyung yang dapat melantunkan lagu yang sangat indah dengan suara yang sangat merdu, tapi dapat membuat kapal menuju ke bebatuan yang terjal.
Dengan kecemasan dan ketakutan yang melanda seluruh kapal itu, sang kapten bertindak dengan mengeluarkan suatu perintah. Dia menyuruh seluruh awak kapal menyumbat telinga mereka dengan lilin, sedangkan para awak harus mengikat dirinya pada tiang kapal dengan tali sekuat dan sekencang mungkin, dan tidak ada yang boleh melepaskanya. Agaknya sang kapten takut bercampur penasaran ingin mendengar sang siren bernyanyi.
Kapal semakin mendekat dengan Siren-Siren itu, karena para awak telah menutup telinga mereka dengan lilin, maka mereka tidak sama sekali mendengar nyanyian itu, tetapi sang kapten yang dirinya diikat pada tiang kapal dan yang tidak sama sekali menyumbat telingannya sangat jelas mendengar nyanyian itu dan sangat menderita. Karena dia sangat ingin pergi ke tempat siren itu, yang dengan kata lain harus membahayakan dirinya dan kapalnya. Sang kapten sangat terpengaruh dengar nyanyian itu.
Dia meronta-ronta minta dilepaskan, tapi tak ada satupun awak yang menggubrisnya, karena memang telah diperintahkan. Dia sangat menderita menahan gejolaknya karena mendengar nyanyian itu, dan karena teriakat pada tiang. Semakin ia meronta semakin dirinya tersakiti karena tali yang cukup kencang. Dia sangat tahu klo dia mendatangi siren itu, sudah pasti nyawanya melayang, tapi dia sangat tergoda untuk mendekat. Sungguh suatu siksaan yang amat sangat.
Lalu selamatlah kapal itu, karena telah menjauh dari sang siren, dan setelah nyanyian siren tak terdengar lagi, para awak membuka sumbatan telinga mereka, dan mendapati sang kapten dengan muka yang merah padam seperti menahan sesuatu, dengan tubuh yang tergores tali. Setelah tali dilepaskan sang kapten lemas dan langsung jatuh tersungkur.
“Hanya seutas tali dan tiang kapal ini yang menyelamatkanku dari maut”
……
Pernah dengar cerita di atas? karya Homer yang berjudul “Odyssey”. Cerita di atas hampir sama dengan kehidupan kita. Saat kita berusaha bertahan dari godaan-godaan dan cobaan di depan mata kita. Saat kita tahu bahwa godaan itu berujung maut, tetapi kita tetap ingin menikmatinya. Hanya seutas “tali” dan “tiang” yang menyelamatkan kita. Sungguh perjuangan yang sangat melelahkan dan menyakitkan.
Berapa banyak dari kita yang sedang berusaha bertahan dari godaan/cobaan bahkan dari kebiasaan buruk kita. Kita berusaha semampu kita bertahan dengan mengikatkan diri kita pada sebuah “tiang”, tetapi kita tetap menikmati apa yang ada di hadapan kita. Kita tetap menikmati dan “mendengar” semua godaan, cobaan dan kebiasaan buruk kita. Pada akhirnya kita berusaha meronta sekuat tenaga untuk bisa lepas dari tali pengaman yang kini tlah menjadi tali penghalang bagi kita.
Apakah sesulit itukah yang namanya bertahan,
Apakah sesakit itukah yang namanya setia,
Dan apakah kita tidak akan pernah bisa lepas dari dosa, kebiasaan bahkan cobaan yang mengikat hidup kita.
Pornografi, masturbasi, minuman keras, gaya pacaran nggak kudus, hidup dalam kebohongan, gossip, amarah, bahkan mencontek, apapun itu, apapun belenggu dan ikatan yang telah mengikat kita selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Bisakah kita bebas lepas dari semua itu ?
Jawabannya BISA, dan sangat mungkin. Rahasiannya adalah jangan fokus kepada dosanya, tapi fokuslah kepada Tuhan yang akan membebaskan kita dari hal itu. Dan butuh lebih dari sekadar “tiang” dan “tali” untuk kita bisa bebas telepas. Hal ini yang aku namakan komitmen dan perjuangan, sampai kapan ?? sampai kapanpun !!!
Sesakit itukah perjuangan dan komitmen???
Wednesday, June 9, 2010
THERE'S NO PLACE THAT FAR..:)
* I'm never imagine that when I waking up in the morning and I can’t see u…
Or sleep at night & know that u’re not here anymore.. besides me..
even now, I’m feeling like a piece of me is missing since u were gone on January, 29th 2010..
but I know one thing, THERE’S NO PLACE THAT FAR..!!
if I had to run, if I had to crawl, if I had to swim a hundred rivers…
just to climb a thousand walls..
I’ll do it..!!
I always know that I would find a way to get to where u are..
But u’re not too far from me.. I know that..
U’re here MY BROTHER.. in my heart… forever..!!
miZz U Rolland..:) *
Monday, June 7, 2010
* Tuhan Punya Cara..*
1 hal yg q dpt dr ibadah minggu ni : "Tuhan sllu punya cara tuk menjaga & menghibur anak2nya..!!"
saat perpisahan dgn adikMu adalah yg tersulit dlm hidupmu, ingatlah akan 1 hal bahwa...
khdupan qta selalu berada d ambang batas waktu..
kapan pun kau bs meninggal...
jgn slhkan Tuhan tuk apa yg tak kau mengerti...
tp bersyukurlah senantiasa karna sampai detik ini, kw msh memiliki nafas hidup dariNya..:)
berat?? memang berat!!
kesedihanku... masalahku...
memang tak bisa diabaikan begitu sj sambil ngomong "Tenang... semua akan baik2 sj.."!!
namun, itulah kenyataanya...
terkadang dukacita... masalah.. cobaan kan slalu jd bagian hidupku..
dan begitulah cara Tuhan memeliharaku
dan dihari minggu, 6 juni 2010 ni aq harus bLg bhwa:
"tak mudah meNgganti maLam penuh duka dengan pagi cerah penuh sukacita...
tp q tau 1 pribadi yg mampu lakukan hal itu... YESUS..!!
Yesus mampu lakukan itu dalam hidupku..:)
dan q brsyukur, dalam dukaku aq tetap mau ungkapkan bhwa YESUS, KU PERCAYA KAU DALAM HIDUPKU..!! :)"
DAnGKE Tete Manis..:)
**tak pernah Dia janji hidup tanpa awan gLap...
tp Dia berjanji bhwa Dia kan slalu sertaku..:)
saat perpisahan dgn adikMu adalah yg tersulit dlm hidupmu, ingatlah akan 1 hal bahwa...
khdupan qta selalu berada d ambang batas waktu..
kapan pun kau bs meninggal...
jgn slhkan Tuhan tuk apa yg tak kau mengerti...
tp bersyukurlah senantiasa karna sampai detik ini, kw msh memiliki nafas hidup dariNya..:)
berat?? memang berat!!
kesedihanku... masalahku...
memang tak bisa diabaikan begitu sj sambil ngomong "Tenang... semua akan baik2 sj.."!!
namun, itulah kenyataanya...
terkadang dukacita... masalah.. cobaan kan slalu jd bagian hidupku..
dan begitulah cara Tuhan memeliharaku
dan dihari minggu, 6 juni 2010 ni aq harus bLg bhwa:
"tak mudah meNgganti maLam penuh duka dengan pagi cerah penuh sukacita...
tp q tau 1 pribadi yg mampu lakukan hal itu... YESUS..!!
Yesus mampu lakukan itu dalam hidupku..:)
dan q brsyukur, dalam dukaku aq tetap mau ungkapkan bhwa YESUS, KU PERCAYA KAU DALAM HIDUPKU..!! :)"
DAnGKE Tete Manis..:)
**tak pernah Dia janji hidup tanpa awan gLap...
tp Dia berjanji bhwa Dia kan slalu sertaku..:)
Subscribe to:
Posts (Atom)