Wednesday, March 16, 2011

Need a miracle...

senin mlm, pas lg serius ngerjain bab2, sambil mikirin nasib hasil ujian kompre yg sepertinya tak terlalu menjanjikan... aq dikasi sebuah lagu sm temen...
merasa sangat diberkati dgn lagu ini..:)
here's the song...:) hope u will be blessed..:)

"Need a miracle" by Aaron and Amanda Crabb

A little girl setting in her mother's arms
with sadness in her eyes
The doctor said I'm sorry mam
But there's no hope in sight
The family gathered round her
And on their knees began to pray
As the tears fell like rain
You could hear her mother say
Chorus
Lord, I need a miracle today
Please just let one pass my way
I believe in you
Help me overcome this fear inside
This pains to much for me to hide
Lord see me through
I need a miracle from you
A drunken man stumbles in the church house
Because he had no place to go
The loss of his family left him grieving in his soul
The preacher stood and spoke
Of how Jesus loves you anyway
Now with the choice at hand to run or stay
The man bowed his head and prayed
back to Chorus
That little girl is now a wife with two kids of her own
And that man that bowed his head
Has led many to the throne with this prayer
back to Chorus

jd inget pas kehilangan satu2nya adek cwo yg ku punya...
terkadang sbg anak Tuhan, keajaiban 'at the injure time' slalu jd hal yang kita andalkan..:)
& kita percaya, Tuhan kita sanggup kok buat hal yg luar biasa itu..

tapi, inilah bedanya antara KEINGINAN MANUSIA & KEHENDAK TUHAN...
mungkin Dia ga nolong seperti yang aku harapkan, tapi "Dia tetap mengasihi aku namun dengan caraNya...:)"
kalo hr ini Dia ga nolong, bukan berarti Dia ga syg...
tapi Dia punya cara sendiri dalam menyatakan cintaNya sama aku...
dan aku, cukup percaya saja akan hal itu..:)

di sisi lain, aku kembali diingatkan bahwa saat dimana aku diperhadapkan dengan hal-hal terberat dalam hidup ini maka itulah saat dimana aku harus mengakui bahwa cuma Bapa satu2nya Tuhan yg dapat menolong aku...:)
ada begitu banyak kepedihan yang coba tuk ku sembunyikan..
tapi, akhirnya harus ku ungkapkan juga pada Dia yang punya hidup ini...
dan aku tenang... serasa beban itu diangkat dari bahu ku...
walaupun endingnya tak seperti yang kuharapkan, tapi aku mau menerimanya..:)

akhirnya, aku harus bilang bahwa slalu ada mujizat bagi mereka yang percaya..:)
namun saat hal yang kau percayai ini tak menjadi kenyataan, peracayalah, Tuhan tetap mengasihimu...
Ia mengasihimu dengan caraNya..:)
God Bleess U fellas..:)

Wednesday, January 12, 2011

13 jan 2011

saat kau berbuat yg tdk baik dimata Tuhan, ingat lah bahwa kau lebih baik dari apa yang kau lakukan...:)


setelah sekian lama g sate :baca saat_teduh, akhirnya pagi ini kegiatan itu pun q lakukan..
tenang... damai...
syg nya knp y sate jarang ku lakuin...
sekali lakuin ajah, nyaman bgt..:)

kt tmn, sate harus stiap hari... g disaat kw lg bnyak pergumulan aja...
iya, bener sii..:) tp kok aq nikmatinnya pas waktu2 tertentu aj y??
hrs ada bnyak pembenahan diri nih..:D

ok, nih udah siang...
mari belajar SNN buat ujian besok...
ada 5 chapter, & itu harus kelar semua hari ini..
SMANGAT!!

abs ntu, hrs persiapan buat MC natal STIS sabtu nnti...
heran aq, mpe skrg blm bs nikmatin pujiannya, mpe blm bs menuangkan kata2 k bahan sate...:(
dulu harus nulis, tp skrg kok pengennya ntar aja pas natal ngalir sendiri kata2nya..:)
hhmm, whateverlah, pokoknya hrs persiapan juga..:)

ok my reconstruct, let the day begin:D
gbu me..:))

Saturday, October 30, 2010

repost..!!! *&^&%%$%#

Seperti mawar yang mencintai merahnya.. atau rembulan yg mencintai sinarnya.. aku bahkan mencintaimu melebihi kata yg bisa kulukis..
.
.
Sesering apapun kau membalikan jam pasir, kau pun tahu bahwa aku tak pernah merubah musimku. Aku selalu bersemi untukmu. Sehingga yang selalu kau lihat adalah: aku selalu bertunas, dan aku selalu merekah. Indah ataupun tidak, itu adalah rekahan terbaikku. Untukmu.

.
Maka bunga manakah yang ingin bertemu layu? Inilah aku, bersama kemarauku, mempertahankan merah ini untukmu..
.
Dan ah.. Setelah setahun lamanya, lalu kini kau berkata takkan lagi mengunjungi tamanku.. Bahwa tak kau temukan lagi setapak jalan menuju tamanku.. Bahwa terlalu banyak semak berduri menusuk kakimu, membuat perjalananmu menjadi semakin tersiksa.. Lalu kau menyerah dan memilih tetap di rumah.. Dan takkan lagi memikirkan tentang aku dan segala warnaku..
.
Lalu untuk siapa lagi aq merekah ?
.
Kau terlalu cepat berhenti sayang.. Setelah hari ini akan ada hujan yang bernyanyi merdu.. Tidakkah kau ingin datang dan menikmati hujan bersamaku ?

Tuesday, August 31, 2010

* goresan cerita inspirasi akk ku.. :)) *

Hari-hari seperti ini datang lagi, saat gemuruh menderu jantungku, saat pikiranku kalut dan hatiku ciut, sepi menjalari tiap tulang, mataku terpejam dan kemudian terbuka, aku tak dapat terlelap, tak dapat pula untuk tetap terjaga,
aku rindu Kekasihku…
Maaf, maaf… Untuk kesekian kalinya aku terbenam dalam tugas dan kuliah yg padat, dan

karena itu aku belum sempat menjawab pesan Kekasihku, belum dapat menemui Kekasihku, kini aku rindu dan aku kalut…
Percayalah, tugas-tugas yang membuatku menutup mata ga teratur setiap harinya, tak dapat merenggut waktuku lebih lama lagi. Karena sehebat apapun nilaiku nanti, tak pernah sehebat kisahku dengan Kekasihku.
Aku rindu… Penaku menari dan memercikkan tinta tentang cinta, suaraku mengalun dan membisikkan nama Kekasihku.
Aku tersenyum mengingat masa-masa indah, masa-masa paling luar biasa dalam hidupku. Saat kisah kasih goyah, Kekasihku selalu meyakinkanku bahwa akulah yang tercinta, dan semua akan baik-baik saja.
Betapa lembutnya Kekasihku, betapa herannya aku.
Kekasihku membuatku istimewa, membuatku menjadi wanita seutuhnya, karena aku memiliki seluruh cinta Kekasihku.
Bagiku, tiada yang lain, menempati posisi nomor satu dalam hatiku, satu-satunya tempat dalam pikiranku, pertama dan terakhir dalam hidupku, hanya Kekasihku, yang tercinta, yang antara aku dan Kekasihku saling memiliki, kisah cinta termegah. Rinduku sepenuh mati, bukan separuhnya lagi.
Sungguh aku tidak perduli, apakah tugas dan kuliah yang membuatku tidur tak teratur setiap harinya, akan memberikan nilai bagus atau tidak.
Aku benar-benar tidak mau tahu. Hal itu terasa sangat tidak berguna, saat waktuku tak lagi kunikmati bersama Kekasihku. Rinduku mengiris sendi, tidak hanya tergores lagi. Aku sangat rindu pada-Mu, Yesusku.

* sebuah doa yg diinterupsi..:)) *

me : Bapa di surga …
Bapa: Ya?

me : Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
Bapa: Tapi kamu memanggil-Ku.

me : Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
Bapa di surga….

Bapa: Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.

me : Melakukan apa?
Bapa: Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

me : Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
Bapa: Oh, baiklah. Teruskan.

me : Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..
Bapa: Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

me : Apa?
Bapa: Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

me : Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa?
Begitulah mereka mengajarku berdoa.
Bapa: Oh, baiklah. Teruskan…

me : Teruskan?
Bapa: Ya, teruskan doamu.

me : Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …
Bapa: Apakah kamu bersungguh-sungguh?

me : Ya, tentu saja.
Bapa: Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

me : Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
Bapa: Apakah Aku berkuasa atasmu?

me : Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…
Bapa: Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?

me : Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
Bapa: Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.

me : Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.
Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
Bapa:Maksudmu orang-orang seperti Dion?

me : Dion?
Bapa: Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

me : Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
Bapa: Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

me : Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…
Bapa: Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.

me : Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
Bapa: Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap ibadah.

me : Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
Bapa: Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...

me : Aku tidak mau.
Bapa: Kenapa tidak mau?

me : Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
Bapa: Ayo, coba dan lihatlah.

me : Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
Bapa: Bagaimana dengan Billy?

me : Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
Bapa: Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

me : Aku tidak bersungguh-sungguh.
Bapa: Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?

me : Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
Bapa: Kamu mau tahu suatu rahasia?

me : Rahasia apa?
Bapa: Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

me : Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
Bapa: Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

me : Sungguh, apa pun yang terjadi?
Bapa: Sungguh, apa pun yang terjadi.
Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

me : Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
Bapa: Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

me : Apa maksud-Mu, Tuhan?
Bapa: Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.

me : Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
Bapa: Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

me : Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!
Bapa: Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?

me : Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
Bapa: Baik, lanjutkan doamu.

me : Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
Bapa: Ya, setiap kata; setiap saat.

me : Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
Bapa: Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?

me : Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.
Bapa: Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

me : Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
Bapa: Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.
Selamat malam. Aku mengasihimu.

me : Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

Saturday, August 7, 2010

aLL about *shine girls

ini @ sbuah crita ketika sbuah persahabatan dimulai...

THE SHINE GIRLS... sebuah simbol persahabatan yang slalu ingin memberi cahaya dibanyak tempat & menjadi terang buat banyak orang..:))


aq g inget pasti kapan persahabatan ku bersama ke_4 temanq yang lain dimulai..
yah kami... aq, tassya, chey, bebby dan novi..

awalnya, kami hanyalah bagian dari siswa baru di SMA negri 3 Ambon..
kami tak saling kenal, kecuali aku dan novi.. aku sm novi emg sering bareng sejak SMP..
yah sebenarnya waktu SMP, qta 1 skolah sama tassya juga.. tp g begitu deket..
sedangkan chey sm bebby juga dari 1 SMP yg sama..

semester pertama d SMA, aq, tassya, novi & bebby ada di kelas I1..
sedangkan chey kelas I4.. plg sekolah qta sering bareng.. suka kumpul2, gosiipp.. (biasa... wanita..:) )

smpe akhirnya, pas lagi maen k rumah novi, muncul sebuah ide..
" gmn kalo qta kasih nama buat identitas prsahabatan qta ini?? ", kata chey..
"hhmmm, boleh tuh..", sambung novi...
"OK mari qta otak atik nama qta ber_lima biar jd 1 nama..!!", kata ku menambahkan...
singkat cerita, tercetuslah..

THE

S : taSsya
H : sHerly
I : novI
N : aNgel
E : bEbby

GIRLS


YUPS..!!! THE SHINE GIRLS... sebuah simbol persahabatan yang slalu ingin memberi cahaya dibanyak tempat & menjadi terang buat banyak orang..:))
kalo d terjemahkan, lebaii si artinya...
bodoh amat... org ketemunya cuma itu.. :p
ahahahaha:D

seiring jalannya waktu, qta makin akrab sejak kelas 2 SMA..:))
kemana2 slalu bareng.. dan slalu punya jadwal kumpul bareng..
namun, ada 1 hal yang harus qta hadapi..
trnyata banyak yg g suka sm qta...
ada bbrp faktor:
1. tassya adalah anak guru bhasa Jerman d skolah qta... kalo anak guru kan pasti rada disenengin.. smart juga sih anaknya..
2. bukan sombong, tp qta emg slalu punya prestasi d skolah.. mulai dari kepengurusan OSIS ampe jadi perwakilan skolah buat ikut OLIMPIADE sains..

whatever, qta bangga skaligus bahagia jd SHINE GIRLS... meskipun banyak yg merasa risih sm qta,. qta pernah saling berbagi... suka dan duka yg kita alami bareng2, membuat qta lebih menghargai arti sebuah persahabatan...
qta masing2 juga punya masalah keluarga.. & ga nyangka, saat kumpul bareng itulah, setiap kepenatan hati bs terhempaskan...
bersyukur sama Tuhan, mpe detik ini... ikatan itu masih qta jaga...
qta masih bersahabat..
meskipun terpisah akibat jalan hidup yg berbeda2,qta masih punya shine d hati..:)) dan berharap, kan terus ada FOREVER..:))

& ini lirik lagu yang aq suka banget nyanyiin kalo lagi inget sama SHINE..:))
Keep smilin', keep shinin'.. Knowin' you can always count on me, for sure..
That's what friends are for.. For good times and bad times..
I'll be on your side forever more.. That's what friends are for


hhmmm, ngomong soal SHINE GIRLS, qta ternyata punya banyak kisah menarik..
qta pernah ada dlm situasi yang kata orang, "teman makan teman..:))" kaget??
qta pernah alami koq.. :))

YUPssss...!!! SHINE GIRLS pernah mrasakan saat2 ketika CINTA menghancurkan PERSAHABATAN, melunturkan KEPERCAYAAN, menanamkan benih PENGHIANATAN dan menuai rasa KEBENCIAN dilubuk hati yg paling dalam namun tak terungkapkan..

sebuah kisah, yg tak pernah ingin qta ungkit lagi demi awetnya sebuah persahabatan...:))

tp disini, smua akan kutulis.. sebentar lagi, akan ada bbrapa hal yang akan kulupakan.. namun ku tahu, semua ttg shine harus d abadikan...

pengen tau..???
nantikan dlm lanjutan tulisan ku yang berikutnya..:))
COMING SOON..:))

Wednesday, July 28, 2010

* dediCated to eVery father in this worLd.. :)) *

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?


Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap Hari,
Tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja Dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu Dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda Bantu di epedamu Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, Dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA!

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, Kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan Dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, Dan Papa bersikap tegas Dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah pada Papa, Dan masuk ke kamar sambil membanting pintu Dan yang datang mengetok pintu Dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya Dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, Dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, Dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras Dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah Lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – Mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi toh Papa tetap tersenyum Dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, Dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama Dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air Mata di sudut matanya, Dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu kuat. Kuat untuk pergi Dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester Dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, Dan Papa tahu IA tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak, tidak bisa!”. Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri Dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga Dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, Dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah Dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin karena Papa tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu mengetahui, di Hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, Dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya.

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu, dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.
I LUV U PAPA…